Laman

Rabu, 22 Juni 2011

Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 )

1. Prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )

A. Yang harus di perhatikan dalam kesehatan dan keselaamatan kerja dalam merakit yaitu: 
     - Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
     - Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang  telah ditentukan

       


B. Langkah Kerja
   1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
   2) Bukalah penutup casing.
   3) Pasangkan motherboard ke dalamnya.
   4) Buka   dan   bacalah   buku  manual   reference   yang   sesuai   dengan
       komponen yang ada.
   5) Pasangkan disk drive, hard disk, dan CD ROM drive ke casing pada
       tempat yang telah disediakan dengan rapi, benar, dan kuat.
   6) Pasangkan   prosesor   beserta   pendingin   dan   kipasnya   pada
       motherboard dengan hati-hati dan benar.
   7) Pasangkan RAM pada mother board.
   8) Instalasi  pengkabelan  motherboard  dengan mengacu pada buku
       manual  referencenya (kabel : power,  kipas, disk drive,  hard disk,
       CD ROM Drive, LED, tombol reset, power, dlsb).
   9) Pasangkan   kabel  power   ke  disk   drive,  hard   disk,  dan  CD ROM
       Drive.
  10)Pasangkan   kabel   ke   disk drive, HDD, dan CD ROM dengan urutan yang benar.
  11)Pasangkan semua card L/O yang ada pada slot yang tersedia di Motherboard dengan benar kemudian    disekrup pada pemegannya supaya kuat dan kokoh.
  12)Cek kembali semua sambungan dan pemasangan komponen yang telah di kerjakan dengan teliti, setelah yakin benar periksakan hasil kerja anda pada pengajar.
  13)Jika semua telah selesau tutuplah kembali cashing pada CPU dan rapikan alat yang telah digunakan


2. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
         A. Kesehatan Kerja
         Pengertian sehat selalu digambarkan sebagai suatu kondisi fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya. Paradigma baru dalam aspek kesehatan mengupayakan agar yang sehat tetap sehat dan bukan sekedar mengobati, merawat atau menyembuhkan gangguan kesehatan atau penyakit. Oleh karenanya, perhatian utama dibidang kesehatan lebih ditujukan ke arah pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya penyakit serta pemeliharaan kesehatan seoptimal mungkin.
         Status kesehatan seseorang, menurut blum pada tahun 1981 ditentukan oleh empat factor yakni-:
1. Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia (organik / anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri, microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan).
2. Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku.
3. Pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, rehabilitasi, dan
4. Genetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia.
         “Pekerjaan mungkin berdampak negatif bagi kesehatan akan tetapi sebaliknya pekerjaan dapat pula memperbaiki tingkat kesehatan dan kesejahteraan pekerja bila dikelola dengan baik. Demikian pula status kesehatan pekerja sangat mempengaruhi produktivitas kerjanya. Pekerja yang sehat memungkinkan tercapainya hasil kerja yang lebih baik bila dibandingkan dengan pekerja yang terganggu kesehatannya”.
Menurut Suma’mur (1976) Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/ gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.
Konsep kesehatan kerja dewasa ini semakin banyak berubah, bukan sekedar “kesehatan pada sektor industri” saja melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang dalam melakukan pekerjaannya (total health of all at work).

         B. Keselamatan Kerja

         Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari hari sering disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses.
         Pengertian Hampir Celaka, yang dalam istilah safety disebut dengan insiden (incident), ada juga yang menyebutkan dengan istilah “near-miss” atau “near-accident”, adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses

         C. Faktor Risiko di Tempat Kerja

         Berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan kerja, seperti disebutkan diatas, dalam melakukan pekerjaan perlu dipertimbangkan berbagai potensi bahaya serta resiko yang bisa terjadi akibat sistem kerja atau cara kerja, penggunaan mesin, alat dan bahan serta lingkungan disamping faktor manusianya.
Istilah hazard atau potensi bahaya menunjukan adanya sesuatu yang potensial untuk mengakibatkan cedera atau penyakit, kerusakan atau kerugian yang dapat dialami oleh tenaga kerja atau instansi. Sedang kemungkinan potensi bahaya menjadi manifest, sering disebut resiko. Baik “hazard” maupun “resiko” tidak selamanya menjadi bahaya, asalkan upaya pengendaliannya dilaksanakan dengan baik.
         Ditempat kerja, kesehatan dan kinerja seseorang pekerja sangat dipengaruhi oleh:
1. Beban Kerja berupa beban fisik, mental dan sosial sehingga upaya penempatan pekerja yang sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan
2. Kapasitas Kerja yang banyak tergantung pada pendidikan, keterampilan, kesegaran jasmani, ukuran tubuh, keadaan gizi dan sebagainya.
3. lingkungan Kerja sebagai beban tambahan, baik berupa faktor fisik, kimia, biologik, ergonomik, maupun aspek psikososial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar